Sebanyak 5 orang santri Pondok Pesantren Al-Khoeriyah yang telah menghafalkan Al-Qur’an 30 Juz yaitu Eva Fauziyah, Selin Nurhaliza, Siti Fatmawati, Nindya Lestari dan Lusi Nurkhotijah, mengikuti Kegiatan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Satu Desa Satu Hafidz (SADESHA) yang di selenggarakan oleh Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bekerja sama dengan Pimpinan Wilayah Jam’iyyatul Qurra’ Wal Huffazh Nahdlatul Ulama (PW JQH NU) Provinsi Jawa Barat.

Seperti di kutip dari laman Web Humas Jabar, Wakil Gubernur Jawa Barat UU Ruzhanul Ulum mengatakan program ini sebagai bentuk silaturahmi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan para santri.

“Kami ingin sekian tahun ke depan Jabar punya ulama dengan kapasitas dan wawasan global. Karena dunia sudah tidak ada batas maka para kiai yang akan lahir harus juga memiliki wawasan global. Dan diharapkan berkapasitas internasional,” kata Kang Uu. 

Untuk itu, Kang Uu mendorong santri untuk menguasai empat kunci kesuksesan. Pertama, menguasai perkembangan teknologi. Kedua, public speaking. Ketiga, membangun jaringan seluas-luasnya. Keempat, menguasai setidaknya empat bahasa yakni bahasa daerah, bahasa Indonesia, bahasa Arab, dan bahasa Inggris. 

Selain itu, para santri juga diharap dapat belajar berorganisasi. Sehingga setiap santri dapat melatih leadership, memperluas relasi pergaulan, dapat belajar kerja, pembentukan terhadap karakteristik, peningkatan terhadap wawasan serta pengetahuan, belajar menghadapi berbagai tekanan, serta belajar berbagi tugas, atau memanah permasalahan dengan anggota organisasi lainnya. 

“Muslim fundamental selain memahami kaidah keagamaan, dia punya wawasan terhadap isu global, punya perhatian terhadap konunitas Muslim lainnya, serta peduli terhadap perkembangan Islam,” ujar Kang Uu.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *